Saturday, March 26, 2016

Mengenal Lebih Jauh Gejala dan Penyebab Stroke


Stroke adalah  penyakit yang dialami seseorang akibat pasokan darah ke otak yang  mengalami gangguan dan matinya sel–sel saraf otak karena kekurangan aliran darah.
Ada dua jenis penyakit stroke, haemorrhagic stroke dan ischemic stroke.
Haemorrhagic stroke adalah pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan terjadinya pendarahan. Pecahnya pembuluh darah umumnya disebabkan oleh penyakit hipertensi yang menyebabkan tekanan kuat pada pembuluh darah.
Darah yang tersembur dari pembuluh darah yang pecah, dapat merusak sel–sel otak yang berada di sekitarnya.
Kita harus membersihkan darah -darah tersebut dari otak dengan cara melakukan pembedahan. Sedangkan ischemic stroke adalah aliran darah ke otak mengalami penyumbatan karena adanya zat lemak di dinding pembuluh darah yang menumpuk.
Gejala Penyebab serta cara mengobati penyakit stroke
Stroke

Zat lemak yang menumpuk tersebut menyebabkan sel–sel otak menjadi kekurangan nutrisi dan oksigen. Sebelum mengalami stroke, akan muncul gejala–gejala tertentu.
Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke.
Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah.
Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis).
Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko

Gejala Stroke

Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa kita kenali saat seseorang mulai terkena stroke:

1. Pandangan mata mulai kabur
2. Merasa pusing dan sakit kepala secara tiba–tiba tanpa diketahui apa sebabnya
3. Rasa kaku atau mati rasa di salah satu bagian tubuh saja, bagian kiri atau kanan. Mulai dari wajah, tangan dan kaki
4. Kehilangan keseimbangan. Saat berjalan, selalu merasa lemah dan terhuyung
5. Terlihat seperti orang linglung dan kebingungan saat diajak berkomunikasi
6. Tiba–tiba kehilangan kesadaran
7. Sering mual dan muntah. Serta suhu tubuh meningkat

Ketika seseorang mulai mengalami gejala diatas, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan penanganan dan pengobatan lebih lanjut.
Karena seperti yang kita tahu, stroke dapat berakibat fatal dan berujung pada kematian. Bahkan stroke juga menjadi salah satu dari 10 penyakit berbahaya dan mematikan diseluruh dunia.

Penyebab Stroke

Ada beberapa penyebab stroke yang sudah penulis rangkum dari berbagai sumber. Diantaranya sebagai berikut :

1. Kurangnya komsumsi buah–buahan dan sayuran segar
2. Terlalu sering mengkomsumsi makanan berlemak, terlebih lagi lemak hewani dengan kadar yang cukup tinggi
3. Stres
4. Kurang berolahraga
5. Perokok berat
6. Mudah panik dan mudah marah
7. Komsumsi alcohol secara berlebihan
8. Hipertensi, obesitas dan diabetes
9. Faktor keturunan


Akibat Penyakit Stroke

Penyakit stroke akan sangat berdampak buruk bagi penderitanya. Tidaka hanya masalah cacat fisik saja namun juga sangat berdampak pada mental penderita stroke itu sendiri. Berikut ini akan di jabarkan dua jenis gangguan yang diakibatkan oleh penyakit stroke yaitu gangguan fisik dan gangguan mental.
#Masalah atau gangguan fisik contohnya:
  • Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
  • Terjadi perubahan bentuk wajah yang signifikan contohnya mulut menjadi miring
  • Tidak mampu menggerakkan kaki atau berjalan
  • Tidak mampu merawat diri sendiri, bersama
  • Kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan
#Sedangkan masalah dan gangguan secara mental atau psikis merupakan :
  • Penderita mengalami perasaan rendah diri
  • Merasa malu saat harus bertemu dengan keluarga, sahabat, atau harus berada ditengah-tengah keramaian
  • Ada perasaan sulit menerima kenyataan yang terjadi
  • kapasitas berpikir bersama kecerdasan menurun

Cara Agar Terhindar Dari Penyakit Stroke

Setelah mengetahui penyebab dan gejala stroke, kita harus berhati–hati terhadap penyakit , memilih makanan, dan menjaga diri sebaik mungkin agar tetap sehat dan bugar. Selain itu kita juga harus mencegah seseorang dari penyakit stroke. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Makan makanan sehat. Komsumsi makanan rendah lemak dan hindari daging yang mengandung lemak jenuh
2. Menjaga berat badan agar tetap normal. Jika tubuh anda mengalami obesitas, maka kemungkinan untuk mengalami penyakit stroke  cukup rentan
3. Rutin memeriksa tekanan darah. Sebisa mungkin hindari hipertensi yang menjadi salah satu penyebab stroke
4. Kurangi komsumsi garam yang dapat mengikat darah di dalam tubuh
5. Menghindari penyebab kolestreol yang juga bisa memicu munculnya penyakit stroke
6. Hilangkan kebiasaan buruk mengkomsumsi alcohol dan rokok yang dapat membuat darah mengalami penggumpalan


Cara Mengobati Kelumpuhan Akibat Stroke

Hal ini sebenarnya pernah saya tulis dalam artikel saya yang sebelumnya, tetapi tidak mengapa saya akan tulis juga disini cara latihan pemulihan stroke.
Berikut ini beberapa latihan pemulihan stroke yang paling efektif untuk meregangkan otot agar ketika berlatih menggerakkan anggota badan tidak mengalami cidera, antara lain adalah :

•    Beri bantuan kepada penderita stroke untuk melatih gerakan pada jari, pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut beserta pergelangan kaki. Buat gerakan awal intruksikan penderita berusaha buat mengangkat lengan dan kaki di tempat tidur. Hindari memaksakan sebuah gerakan yang melampau batas kemampuan penderita. Bila mereka tidak mampu ada baiknya tim psioterapis atau anggota keluarga membantu menggerakkannya.

•    Bila terjadi perkembangan yang positif, dimana penderita telah mampu menggerakan otot-ototnya dengan lebih baik, maka latihan pemulihan stroke selanjutnya merupakan mulai melatih gerakan supportif dengan berlatih berjalan dengan memakai tumpuan atau tongkat

•    Ketika penderita stroke sudah mampu bergerak lebih aktif meskipun dalam kondisi duduk atau tiduran, maka latihan pemulihan stroke selanjutnya merupakan memberikan tambahan bobot latihan dalam mengatasi beban dan berbagai hambatan yang harus dihadapi pada daerah punggung dan anggota tubuh lainnya. Latihan pemulihan stroke yang di jalankan ini sangat berguna buat melatih otot bersama gerak anggota tubuh dalam aktivitas sehari-hari, karena latihan sebelumnya hanya berguna untuk mengembalikan kapasitas otot dan daya gerak anggota tubuh.

•    Setelah kekuatan tungkai telah diperoleh dari latihan pemulihan stroke diatas, maka tahap selanjutnya merupakan latihan koordinasi, keseimbangan (balance), dan menjaga stabilitas guna gerak tubuh. Latihan yang mampu dijalankan yaitu menaikan kaki, menempatkan tumit pada kaki lain, menggeser tumir kaki, dan latihan dengan memakai bantuan bola yang berfungsi buat menjaga stabilitas bersama keseimbangan ketika duduk dan angkat badan.

•    Latihan didalam air atau renang, untuk penderita yang mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan berat badan sangat direkomendasikan. Air mampu memberikan daya apung beserta sesi latihan di dalam air tidak terlalu menyakitkan contohnya bagian fisioterapi yang lain.

•    Latihan bersama proses rehabilitasi amat memerlukan ketekunan beserta dedikasi dalam melakukannya adalah meningkatkan kapasitas otak atau kecerdasan. Bahkan dalam beberapa kasus yang berat penderita stroke kehilangan memori mereka. Maka  buat membantu mengembalikan guna otak games memori dapat diberikan kepada penderita stroke.