Wednesday, March 09, 2016

3 Mitos Tentang Kain Kafan Mayat Yang Masih Dipercaya Hingga Saat Ini

Mitos Kain Kafan Yang Masih Dipercaya

mitos tentang ain kafan
Kain kafan
Bagi umat muslim yang telah meninggal dunia, barang satu–satunya yang akan dibawa ke liang lahat adalah kain kafan yang membalut tubuhnya, dan hubungannya dengan kehidupan dunia pun berakhir saat itu juga.
Hanya do’a yang dapat kita kirimkan kepada mereka yang telah meninggal.
Namun, ada–ada saja yang memanfaatkan kesempatan saat mendengar ada seseorang yang meninggal.

Ketika si mayat telah dikuburkan dan para kerabat yang mengantarkan mayat ke pemakaman telah pulang ke rumah masing–masing, mereka yang memiliki maksud dan tujuan tertentu akan menggali kubur dan mengambil kain kafan mayat tersebut.

Hal seperti ini sudah sering terjadi karena adanya mitos yang berkembang tentang manfaat kain kafan mayat. Kejadian ini sering diberitakan di televisi dan media social maupun media cetak lainnya. Mitos–mitos tersebut adalah :


1. Kain Kafan Sebagai Alat Pesugihan
Mitos Kain Kafan


Berbagai macam cara akan ditempuh seseorang yang ingin menjadi kaya raya dalam waktu yang singkat. Meski dengan cara–cara yang diluar akal sehat sekalipun.

Contohnya pesugihan. Berdasarkan mitos, salah satu benda yang konon mampu mendatangkan kekayaan adalah kain kafan mayat.

Jika seseorang menyimpan kain kafan dari orang meninggal yang kaya raya, maka orang tersebut juga akan kaya raya seperti si almarhum / almarhuma semasa hidupnya


2. Kain Kafan Sebagai Jimat

Di era modern ini, masih ada saja orang–orang yang percaya akan jimat dan menggunakannya dalam aktifitas sehari–hari. Mitos yang berkembang dimasyarakat, jika seseorang menggunakan kain kafan mayat yang meninggal pada malam jum’at kliwon sebagai jimat, orang tersebut akan terhindar dari marabahaya yang mengintai.

Kepercayaan ini biasanya dianut oleh mereka yang memang mempelajari ilmu hitam. Jimat ini juga akan digunakan untuk menyempurnakan ilmu yang telah dipelajarinya.

Oleh sebab itu, jika ada seseorang yang meninggal pada malam jum’at kliwon, keluarganya akan menjaga makamnya sampai 40 hari sejak hari pertama ia dimakamkan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pencurian kain kafan sang mayat. Bagi kita yang ingin berfikir secara rasional, ini tentu saja tidak masuk akal


3. Kain kafan Sebagai Alat Kekebalan

Selain digunakan sebagai alat pesugihan dan jimat, ada juga yang menggunakan kain kafan sebagai benda yang wajib dimiliki jika ingin kebal terhadap benda–benda tajam.

Menurut mitos, kain kafan yang digunakan adalah kain kafan mayat perempuan yang masih perawan. Untuk mendapatkan kain kafan tersebut, harus digali dengan menggunakan tangan. Tidak boleh menggunakan alat bantu seperti cangkul ataupun sekop.

Jika ingin mengambil kain kafan ini, harus diambil pada malam jumat kliwon. Konon katanya, kekuatan mistis pada malam jum’at kliwon jauh lebih besar