Tuesday, June 28, 2016

Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa

Mimisan atau epistaksis adalah pendarahan pada hidung atau keluarnya darah melalui lubang hidung. pendarahan pada hidung ini terjadi akibat lepasnya lapisan mukusa hidung yang mengandung pembuluh darah.

Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan jika orang dewasapun bisa terkena. Penderita pendarahan ini biasanya memiliki gejala dan ciri tersendiri sebelum akhirnya mengalami epistaksis.

mengatasi mimisan pada anak dan dewasa


Penting untuk mengetahui penyebab serta gejala serta cara penanganan yang benar bagi pasien penyakit yang satu ini. Berikut akan dijelaskan tentang penyebab, gejala serta cara penanganannya.

Penyebab

Berbagai macam penyebab mimisan, diantaranya :
  • Karena seseorang menderita penyakit tertentu, seperti : infeksi pada hidung, kelainan darah, demam berdarah, hipertensi ataupun kanker darah, perubahan cuaca secara drastis dan kelelahan. Penyebab ini disebut sistemik
  • Karena seseorang pernah mengalami kecelakaan yang membuat tulang hidung patah, kecelakaan saat olahraga (terkena lemparan bola pada hidung), adanya benda asing yang masuk ke dalam hidung hidung, trauma dimasa lalu, dan adanya luka akibat membersihkan hidung dengan cara yang tidak benar (mengorek hidung dengan kuku, memencet hidung terlalu keras saat buang ingus, operasi hidung) ini dinamakan penyebab lokal
Hampir semua orang pernah mengalami kelainan pada hidung ini. Mulai dari anak–anak, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lansia. Bagi mereka yang baru pertama kali mengalaminya, keadaan ini akan menimbulkan kepanikan dan ketakutan. Apalagi jika dialami oleh anak dibawah umur. Namun keadaan ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan, karena karena tidak membahayakan nyawa seseorang.

Setiap orang memiliki durasi yang berbeda ketika sedang mengalami epist. Ada yang hanya sekian detik, dan ada pula yang sampai beberapa menit. Tergantung penyebabnya.

Gejala

Beberapa gejala mimisan yang patut diketahui adalah : kulit memucat secara tiba–tiba, bagian hidung terasa perih, sesak nafas, muntah darah, penumpukan cairan kental pada hidung, detak jantung tidak teratur (kadang berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya)

Pendarahan terjadi pada dinding dalam hidung. Dinding pada bagian depan disebut anterior, sedangkan dinding pada bagian belakang disebut prosterior. Mimisan pada anterior, cukup mudah ditangani. Namun pada prosterior, penanganannya lebih serius. Jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak berlangsung agak lama karena terjadi dipembuluh darah antara rongga hdung dan langit–langit mulut.

Cara Mengatasi

Untuk mengatasi mimisan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :
  • Tetap tenang. Jika Anda mulai merasa gugup, itu bisa membuat pendarahan lebih parah. Cobalah untuk rileks. Duduklah, jangan berbaring.
  • Saat mengalami penyakit pendarahan pada hidung ini, usahakanlah agar posisi kepala tetap menunduk agar darah segera keluar melalui hidung dengan sendirinya, posisi ini juga untuk mencegah darah agar tidak masuk ke tenggorokan
  • Jika anda merasa ada darah yang mengalir masuk ke tenggorokan, segera keluarkan melalui mulut (muntahkan)
  • Kompreslah pangkal hidung dengan air dingin agar pendarahan dapat diperlambat. Bias juga dengan cara menyiram kepal dengan air dingin. Namun posisi kepala harus tetap menuduk
  • Bernafaslah lewat mulut. Pencet dan tekanlah hidung selama 10 menit menggunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk menghentikan pendarahan. Cara ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi epistaksis.

Penanganan secara alami

  • Gunakan daun sirih muda yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian gulung kecil dan diperkirakan muat untuk masuk ke dalam hidung. Masukkan ke dalam hidung untuk menahan keluarnya darah dalam jumlah yang lebih banyak. Tahan selama beberapa menit sambil tetap bernafas dengan menggunakan mulut
  • Menggunakan kangkung. Tak hanya enak ditumis dan digunakan sebagai lauk. Sayur kangkung ternyata juga memiliki manfaat lain yang tidak kalah pentingnya. Yaitu sebagai obat epistaksis. Caranya : ambillah 1 atau 2 ikat kangkung segar. Cuci hingga bersih. Kemudian blender kangkung tersebut dengan menambahkan ½ gelas air dan sedikit gula hingga menjadi jus. Minumlah jus kangkung tersebut  untuk mengatasinya yang anda alami. Lakukan 3 kali dalam seminggu agar pendarahan benar-benar pulih
  • Jika seseorang terus–menerus mengalami epistaksis, ada juga cara alami yang dapat ditempuh. Seperti, menggunakan daun pegagan. Caranya : siapkan 100 gr daun pegagan dan rebuslah dengan air sebanyak  1,5 ltr. Saat air rebusan tersebut telah mendidih, jangan langsung diangkat. Biarkan beberapa saat hingga air berkurang setengahnya. Kemudian saring dan minumlah dalam keadaan hangat. Diminum secara teratur hingga anda benar–benar sembuh dari jenis penyakit ini

Meski demikian, penyebab dan gejalanya harus dihindari sebisa mungkin agar tidak berakibat fatal atau malah menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bagi kesehatan. Jika masalah mimisan Anda belum juga mendapatkan hasil berupa kesembuhan, maka ada baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter specialis untuk penangana lebih serius.