Tuesday, September 20, 2016

6 Mitos dan Fakta Menstruasi Wanita

Berbicara mengenai mitos dan fakta, ada banyak sekali mitos yang beredar dimasyarakat. Tak terkecuali mitos tentang haid dikalangan wanita. Setiap wanita yang sudah baligh / memasuki masa pubertas, pasti akan mengalami yang namanya menstruasi.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang mitos tersebut, ada baiknya kita pahami lebih dahulu apa itu haid. Mentruasi adalah luruhnya sel telur di dalam rahim wanita akibat tidak adanya pembuahan oleh sel sperma pria, yang umumnya terjadi setiap bulan. Namun ada juga yang mengalaminya 2 kali dalam sebulan, 2 bulan sekali, bahkan tidak mengalaminya sama sekali selama beberapa bulan berselang. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah hormone yang ada dalam tubuh, karena jumlah hormone pada setiap wanita tentu saja berbeda–beda.

mitos dan fakta menstruasi



Di dalam tubuh wanita terdapat hormone progesterone dan estrogen yang akan bekerja menjelang masa atau pada saat wanita sedang kedatangan tamu bulannya. Ladies akan terus mengalami mens mulai pada usia pubertas hingga memasuki masa menopause.

Rata-rata siklus mens wanita adalah 1 bulan (dalam hal ini dihitung 28 hari). Lamanya masa ini pun seringkali berbeda–beda. Ada yang 5 hari, 7 hari, 10 hari, bahakan ada yang hingga 2 minggu lamanya. Tapi yang umum dialami kebanyakan kaum hawa adalah 7 hari. Lepas dari lama tidaknya seorang perempuan haid.

Mitos Pantangan Menstruasi Yang Masih Dipercaya

Ada beberapa mitos yang berkembang dimasyarakat, dan sayangnya masih banyak sekali orang–orang yang percaya akan mitos tersebut. Beberapa diantaranya akan kita bahas secara detail seperti dibawah ini :


1. Menjatuhkan Rambut (keramas / potong rambut)

Dalam keadaan datang bulan, seorang Perempuan tidak boleh keramas ataupun memotong rambut. Alasannya adalah, jika ada rambut yang jatuh pada saat menstruasi, rambut tersebut akan menangis karena karena tidak bisa ikut masuk surga. Wanita mens sama dengan wanita yang sedang dalam keadaan nifas. Pintu taubat sedang terbuka sementara untuknya, dan secara otomatis pintu surga pun begitu (mitos)
Faktanya, keramas pada saat bocor justru sangat dianjurkan agar kepala tetap bersih dan segar. Apalagi pada saat itu, produksi keringat perempuan menjadi lebih banyak dari biasanya, tak terkecuali dikulit kepala. Sehingga kebersihan tubuh dan rambut harus tetap dijaga. Menghindari keramas pada saat mens akan membuat kita merasa tidak nyaman, dan gerah sepanjang hari.

    2. Membuat Makanan (tape)

    Jika seorang cewek yang dalam keadaan haid membuat tape, maka tape buatannya tersebut tidak akan jadi, tidak enak, rusak dan berwarna merah (mitos)
    Ada beberapa orang yang mengaku jika mitos ini benar adanya. Jika secara logika, kedua hal tersebut tidak ada hubungannya sama sekali. Jadi kembali lagi kepada pribadi masing–masing, mau percaya ataupun tidak. Namun dikalangan ibu–ibu, mereka lebih memilih untuk percaya karena tidak ingin mengambil risiko yang berakibat fatal pada hasil masakannya

      3. Memotong Kuku

      Tidak ada alasan yang jelas mengenai mitos yang satu ini, namun entah mengapa masih banyak juga yang percaya akan kebenarannya. Dalam keadaan haid ataupun tidak, seharusnya kita tetap menjaga kebersihan kuku. Bukankah kebersihan sebagian dari iman ? Tidak memotong kuku dalam rentang waktu yang cukup lama malah akan membuat kuku menjadi  tidak terawat, kotor, dan menjadi tempat bersarangnya penyakit yang akan mengancam kesehatan. Akan lebih  baik jika mitos ini diabaikan saja

        4. Minum Air Es

        Alasannya adalah, jika anda meminum air es pada saat haid akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Minum air es juga diyakini menyebabkan pembekuan darah pada janin (mitos)
        Faktanya adalah dalam keadaan haid ataupun tidak, kita tetap dapat terserang penyakit jika terlalu banyak mengkomsumsi air es. Penyakit yang paling sering muncul adalah akibat minum air es adalah flu dan demam. Jadi selama komsumsi air es masih dalam batas kewajaran dan tidak berlebihan, tentu saja tidak akan terjadi apa–apa. Entah anda dalam keadaan mens, atau tidak. Alasannya adalah, kondisi ini berhubungan dengan sisterm reproduksi sementara minuman ataupun makanan yang masuk dalam tubuh berada pada sistem pencernaan. keduanya terpisah dan tidak ada hubungan sama sekali. Maka sangat jelas secara medis bahwa minum air es tidak ada hubungannya dengan haid.

        Beberapa penjelasan diatas membuktikan bahwa begitu lekatnya budaya mistis dimasyarakat kita. Ini mungkin karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan alat reproduksi wanita. Anggapan yang sering salah justru bisa saja menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Misalnya saja pada mitos tentang dilarang memotong kuku. Kuku yang tidak dipotong akan lebih mudah menjadi sarang kuman, jika dibiarkan, virus akan masuk dengan mudah di badan hingga menimbulkan penyakit.


        Selain beberapa mitos diatas, masih ada beberapa mitos lain yang masih membuat perempuan atau ibu yang sedang haid enggan untuk melakukannya. Hal ini disebabkan karena masih melekatnya kepercayaan serta mitos itu sendiri dalam masyarakat yang kemudian terus berkembang hingga sampai saat ini. Padahal jika dikaji secara mendalam, mitos yang ada termasuk pantangan menstruasi sudah sering dibahas oleh dokter dan ahli kesehatan. diantaranya :

        5. Minuman Bersoda melancarkan haid

        Untuk melancarkan datang bulan, minuman bersoda menjadi pilihan kaum hawa. minuman bersoda dipercaya mampu melancarkan datang bulan menurut mereka sendiri. Konon ketika meminumnya "M" yang tadinya tidak lancar menjadi lancar mulus, makanya sampai saat ini cara tersebut masih dilakukan. Namun benarkah minuman bersoda bisa melancarkannya. Menurut hasil penelitian, minuman bersoda sama sekali tidak ada hubungannya dengan hormon dan faktor fsikis lainnya. Maka minumana bersoda memperlancar tamu bulanan ini adalah mitos belaka.

        6. Obat nyeri haid pengaruhi kesuburan

        Saat datang bulan, akan ada masa dimana perut kram dan nyeri lainnya. Jika hal ini terjadi, maka sebagian perempuan yang mengalaminya akan cepat mencari cara untuk meredakan rasa nyeri tersebut. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan minum obat pereda nyeri mens. Namun ada juga sebahagian yang takut untuk menggunakan obat tersebut dengan alasan obat penghilang nyeri sakit bulan mempengaruhi kesuburan. Apakah hal tersebut memang benar?. Menurut hasil penelitian, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Selama Anda minum pereda rasa nyeri berdasarkan saran dokter maka tidak akan mempengaruhi kesuburan. Namun ada beberapa kasus yang bisa mempengaruhi kesuburan apabila terdapat pertumbuhan jaringan endomentrium pada otot rahim, namun itupun hanya dialami oleh sebagian kecil wanita saja. Jika Anda ragu dengan obat nyeri haid yang Anda minum, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter.


        Kita memang  tidak boleh terlalu mengabaikan mitos, namun juga tidak boleh percaya 100%. Jika mitos itu justru memberatkan dan membuat kita merasa tidak nyaman dalam beraktivitas, pikirkan lagi!, apakah anda akan terus percaya, atau tidak sama sekali.

        Demikianlah Artikel kali ini dari Kumpulan Tips Terkini tentang mitos menstruasi wanita yang masih dipercaya.