Monday, November 28, 2016

Mitos Dan Fakta Seputar Jerawat

Keberadaan jerawat biasanya sangat identik dengan dunia remaja. Ini karena hormon perumbuhan pada remaja yang menyebaban tumbuhnya jerawat. Atau bisa juga karena rasa malas dari remaja itu sendiri yang tidak begitu memperhatikan kebersihan serta perawatan wajahnya. Namun tidak semua remaja mengalami hal tersebut. Hal ini tergantung dari bagaimana cara Anda dalam menangani jerawat.

mitos dan fakta tentang jerawat

Anda mungkin sering mendengar banyak hal yang bisa menyebabkan jerawat muncul dengan versi yang berbeda. Salah satu contoh adalah pernyataan tentang “makan kacang bias menimbulkan jerawat” atau “jerawat kalau sering dipencet akan tambah banyak”. Apakah Anda percaya akan hal itu?. Apakah itu hanya mitos atau memang fakta?

Begitu banyak mitos yang berkembang mengenai jerawat. Dan banyak juga yang masih mempeercayai mitos tersebut. Ini mungkin karena kurangnnya informasi kesehatan dan perawatan kulit yang mereka dapatkan. Kita belum bisa mengetahui kebenaran dari hal tersebut tanpa adanya penjelasan dari dokter kulit atau para ahli masalah kulit. Karena pada dasarnya jerawat memiliki penyebab khusus


10 Mitos dan fakta tentang jerawat


Mitos 1 : Orang dewasa tidak berjerawat

Banyak orang yang berpendapat seperti ini. Mereka mengatakan bahwa jerawat hanya untuk remaja. Namun pernyataan tersebut tidak benar. Faktanya, Survei menemukan bahwa sejumlah besar orang dewasa masih memiliki jerawat pada usia 30-an, 40-an, dan bahkan 50-an. Namun Jerawat mungkin terlihat berbeda ketika Anda berusia 36 tahun daripada ketika Anda berada 16 tahunan. Jerawat lebih cenderung menjadi nodul (benjolan) kemerahan di sekitar mulut dan rahang, dan juga whiteheads (komedo putih) dan komedo yang tersebar di seluruh dahi, hidung, dan pipi. Namun pada dasarnya semua jerawat itu sama saja. Jadi pernyataan tentang jerawat hanya untuk remaja dan bukan untuk orang dewasa hanyalah mitos

Mitos 2: Makan coklat dan minum soda menumbuhkan jerawat

Kebanyakan orang percaya dengan mitos yang satu ini. Bahkan demi menjaga kacantikan dan kesehatan kulit, banyak yang rela melakukan diet dengan tidak mengonsumsi coklat dan tanpa minuman bersoda. sungguh merupakan diet kontroversi.  Menurut Amy Derick seorang dokter ahli dermatologi  di Great Barrington, Illinois mengatakan bahwa “penyataan cokelat dan soda menyebabkan jerawat belum pernah dipatenkan”. Namun dalam data yang beredar adalah penelitian telah menunjukkan bahwa produk susu mungkin mempengaruhi pertumbuhan jerawat, karena adanya hormon dan bakteri dalam susu namun pengaruhnya tidak begitu kuat. Tapi pernyataan ini juga Sangatlah tidak lucu jika melarang seseorang yang berusia diatas 30 tahun untuk tidak meminum susu demi kesehatan tulangnya.

Mitos 3: Stres menyebabkan jerawat

Mitos ini mungkin memiliki beberapa dasar dalam realitas, tapi sulit untuk diukur. "Beberapa studi telah menemukan bahwa pertumbuhan jerawat mahasiswa meningkat drastis saat akan ujian, tapi sulit untuk memastikan apakah itu penyebab munculnya jerawat tersebut," kata Derick. Tidak semua siswa akan mengalami peningkatanjerawat selama masa stres. “Jadi mungkin stres tidak terlalu memainkan peran, tapi kami belum melihat adanya penelitian yang baik yang menunjukkan bahwa hormon stres membuat jerawat jadi lebih buruk." Pernyataan Amy derrick telah menjelaskan bahwa stres tidak bisa diketegorikan sebagai pemicu jerawat.  Jadi dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hal tersebut hanyalah mitos.

Mitos 4: Jangan memakai tabir surya, akan memperparah jerawat Anda

Mitos jerawat berikutnya adalah pemakaian tabir surya. Penggunaan tabir surya saat akan keluar rumah atau berjemur memang dianjurkan untuk menghindari perubahan pada warna kulit akibat sinar Ultarviolet. Namun benarkah tabir surya memperparah jerawat?. Memang betul ada sebagian produk yang memiliki efek samping memperparah jerawat, akan tetapi tergantung juga dari sensitifitas kulit Anda sendiri. Jika memang kulit Anda rentan terhadap jerawat maka Anda hanya perlu memilih tabir surya yang tepat. Tabir surya berbahan dasar zat kimia, seperti Helioplex untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV  dapat menyebabkan benjolan tanda awal jerawat. Jika kulit Anda rentan terhadap jerawat, gunakan tabir surya fisik seperti zinc oxide sebagai gantinya.

Mitos 5: Jerawat tumbuh karena malas mencuci wajah

Sebuah Studi pada remaja menunjukkan bahwa mencuci wajah dua kali sehari lebih efektif daripada hanya sekali, tapi lebih dari itu tidak dianjurkan dan dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Pada sebuah kasus yang lain, ditemukan bahwa remaja yang mebersihkan wajah tanpa scrub atau sabun pembersih khusus hampir tidak memiliki riwayat jerawat sama sekali. Namun ketika menggunakan sabun atau scrub pembersih wajah, justru mengaibatkan jerawat tumbuh. Masalah ini sebenarnya hanyalah problem sensitifitas kulit. Kemungkinan remaja tersebut menggunakan scrub atau sabun yang tidak cocok dengan jenis kulitnya sehingga menyebabkan tumbuhnya jerawat disekitar wajah.

Mitos 6: Make up menyebabkan jerawat

Ada beberapa jenis make up yang justru memperburuk kondisi jerawat di wajah. Dan pada kondisi tertentu, ada juga jenis kulit yang sangat sensitif terhadap pertumbuhan jerawat. Penggunaan make up yang terlalu tebal juga bisa memicu pertumbuhan jerawat pada wajah apalagi jika Anda malas membersihkan wajah.

Mitos 7: jerawat bisa diatasi dengan kosmetik

Jerawat diwajah bisa menjadi semakin parah jika tidak ditangani secara serius atau tidak diobati dengan benar. Mengatasi jerawat dengan tidak benar juga dapat meninggalkan bekas luka permanen. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa jerawat itu akan hilang hanya dengan menggunakan kosmetik karena anggapan tersebut hanyalah sebuah mitos.

Mitos 8: Jerawat Akan hilang dengan sendirinya tanpa di obati

Ada benarnya juga pernyataan ini. Banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan hanya membiarkan jerawat tanpa mengganggu (menyentuh, pencet, cubit) akan hilang dengan sendirinya. Namun ada juga beberapa tipe jerawat yang jika dibiarkan justru semakin parah. Jadi, jika Anda termasuk orang yang acuh terhadap pertumbuhan jerawat Anda, maka ada baiknya untuk diperhatikan juga jika dalam seminggu jerawat Anda tidak juga hilang.

Mitos 9: Jerawat hilang jika di gosok

menggosok jerawat justru semakin memperburuk"Orang-orang akan menghabiskan berjam-jam mencoba menggosok kulit untuk menyembuhkan jerawat," kata Derick. Alih-alih menghilangan jerawat, namun hal ini justru menimbulkan bekas luka permanen dan semakin memperparah wajah Anda.

Mitos 10: Masalah Jerawat Bisa Diatasi dengan Produk Anti Acne di Toko

Menurut Derick"Orang-orang akan pergi ke department store mereka dan mendapatkan saran dari Pemilik toko tentang Obat anti Jerawat, tetapi mereka tidak akan resep terbaik yang hanya dimiliki oleh seorang ahli dermatologi ". Apa yang Ahli dermatologi dapat lakukan untuk jerawat Anda jauh lebih dari pada sejumlah produk obat jerawat yang Anda beli. Terutama jika Anda memiliki kulit yang benar-benar bermasalah. Olehnya itu, sangat penting bagi Anda yang punya masalah jerawat yang parah untuk berkonsultasi dengan Ahli kulit.


Artikel diatas sudah menjelaskan tentang mitos dan juga fakta seputar jerawat yang masih dipercaya di hampir setiap negara. Mudah-mudahan artikel diatas bisa membantu Anda dalam menilai setiap mitos jerawat yang selama ini Anda yakini. ❤