Monday, May 02, 2016

Mengenal Siklus Menstruasi Pada Wanita

Setiap wanita yang sudah baligh (memasuki masa pubertas) pastilah akan mengalami yang namanya
menstruasi atau yang sering disebut dengan istilah haid.

Menstruasi adalah luruhnya sel telur yang telah matang di dalam rahim yang tidak terbuahi oleh sperma sehingga langsung dikeluarkan dalam bentuk darah.

Siklus Menstruasi pada Wanita
Mengenal Siklus Menstruasi Pada Wanita

Siklus Menstruasi Pada Wanita


Rata–rata wanita mendapatkan atau mengalami haid pertamanya pada usia 12–13 tahun. Namun ada juga yang mengalaminya di usia 9–10 tahun dan di usia 14–15 (jika seorang wanita baru mendapatkan haid pertamanya di usia ini, berarti dia termasuk dalam golongan lambat).

Cepat  lambatnya seorang wanita mengalami haid memang tergantung pada pertumbuhan hormone, sedangkan hormon setiap orang tentu saja berbeda-beda. Hormon–hormon reproduksi meliputi hipotalamus, hipofisis dan juga ovarium.

Biasanya wanita mengalami menstruasi setiap 28 hari atau ada juga yang mengalaminya setiap 30 hari. Meski haid muncul atau datang tidak sampai sebulan atau lewat dari satu bulan.

Orang–orang sering menyebut haid dengan istilah datang bulan.

Lamanya haid seorang wanita juga berbeda–beda. Ada yang cuma 3 hari, seminggu, ada juga yang sampai 2 minggu.

Namun siklus haid yang umum adalah seminggu. Jika mengalami siklus haid yang cukup lama atau diatas 10 hari patut diwaspadai, jangan sampai itu bukan lagi darah menstruasi, melainkan ada infeksi atau pendarahan di dinding rahim yang tidak diketahui.

Sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kejelasannya.
Sebelum wanita mengalami menstruasi, tentu saja ada tanda–tanda atau gejalanya.

Hal ini sering disebut dengan istilah PMS (pra menstruasi) Biasanya ditandai dengan perasaan mudah lelah, nyeri sekitar punggung, kram diperut dan perasaan menjadi sensitive atau mudah tersinggung. Bagi mereka yang tidak mengetahui hal ini, tentu akan merasa aneh ketika sedang berhadapan dengan wanita yang sedang mengalami pms.

Menjelang berakhirnya masa menstruasi, hormone gonadotropin yang dihasilkan oleh hipotalamus akan merangsang hipofisis untuk melepaskan folikel stimulating hormone. Hari pertama hingga minggu kedua, folikel akan terus berkembang hingga menghasilkan hormone estrogen

Meningatkatnya jumlah hormone estrogen bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sel endometrium dan merangsang terjadinya korpus luteum dan ovulasi (ovulasi adalah lepasnya oosit sekunder dari ovarium yang siap dibuahi oleh sperma). Ovulasi juga terjadi di hari pertama hingga hari ke 14. Kemudian akan terbenktulah progesterone yang membuat dinding rahim mengandung banyak pembuluh darah yang menjadikannya tebal dan lembut.

Sepuluh hari kemudian setelah masa ovulasi selesai kemungkinan untuk hamil telah dipersiapkan oleh progesterone melalui uterus.

Bagian dinding dalam rahim yang dipenuhi pembuluh darah membuat uterus menjadi tebal dan telah siap menerima  zigot (sel telur yang telah dibuahi).

Jika pada hari ke 26 sampai hari ke 28 sel telur belum juga dibuahi, maka progesterone akan menurun dan membuat lapisan uterus serta dinding dalam rahim akan luruh secara bersamaan sehingga terjadilah pendarahan yang disebut dengan menstruasi.

Jika tidak ada pembuahan sel telur, maka siklus menstruasi akan terus berulang hingga terjadi kehamilan