Wednesday, March 23, 2016

Waspadai Bahaya Penyedap dan Zat Pewarna Makanan Buatan

Penggunaan zat pewarna dan penyedap makanan sudah sering digunakan oleh para pebisnis kuliner ataupun para pedagang kue. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan rasa makanan agar lezat di lidah.

Zat pewarna dan zat penyedap yang sering digunakan dalam proses pembuatan makanan disebut zat tambahan atau zat adiktif. Ada dua macam bahan pewarna makanan, alami dan buatan. Demikian pula penyedap makanan. Bahan alami umumnya tidak berdampak negative bagi kesehatan, namun bahan pewarna yang buatan memiliki risiko yang cukup tinggi dan berbahaya  bagi kesehatan.

bahaya penyedap rasa
Penyedap Rasa Buatan
Ada beberapa zat pewarna yang dilarang penggunaannya untuk makanan karena akan membahayakan kesehatan. Seperti auramin dan metanil yellow (pewarna kunimg), ponceau SX (pewarna merah) dan rhodamin b. bahan pewarna tersebut memanglah bukan untuk mewarnai makanan, melainkan untuk mewarnai tekstil dan mewarnai kertas.

Tetapi ada saja oknum pedagang nakal yang sengaja menggunakan bahan ini karena warnanya yang cukup awet dan harganya yang relative lebih murah dibandingkan dengan pewarna makanan sungguhan. Jika digunakan, zat pewarna ini akan bercampur dengan makanan yang dikomsumsi, selanjutnya akan dikeluarkan melalu ginjal dan dapat menimbulkan gangguan pada ginjal.

Zat berbahaya ini juga dapat memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh jika dikomsumsi dalam jumlah yang cukup besar. Bahan penyedap yang paling sering digunakan adalah monosodium glutamate (MSG). Bahan ini berfungsi untuk meningkatkan atau mempertajam cita rasa suatau makananan

Menjamurnya pedagang makanan baik di kantin–kantin ataupun pedagng kaki lima, tentulah juga akan meningkatkan risiko keracunan atau bahaya akan makanan yang dikomsumsi. Belum lagi jika proses pembuatannya yang asal – asalan dan tidak higienis. Jika anda merasa ragu akan keamanan suatu produk makanan tertentu, anda dapat melakukan uji laboratorium untuk memastikan zat–zat apa saja yang dikandung oleh makanan yang sering anda komsumsi tersebut.

Cukuplah dengan membeli beberapa jenis makanan dan membawanya ke laboratorium kesehatan atau laboratorium sekolah untuk dilakukan uji coba. Jika anda belum bisa melakukannya sendiri, anda dapat meminta pada petugas khusus laboratorium yang ahli dibidang ini untuk membantu anda melakukannya. Uji coba makanan ini sama sekali bukan untuk mengetahui kenakalan atau mencari–cari kesalahan para pedagang, melainkan untuk menjaga diri dan kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya yang bisa berujung pada kematian jika penanganannya tidak cepat dilakukan.

Hampir setiap hari berita di televisi menayangkan maraknya penggunaan zat-zat berbahaya pada makanan yang dilakukan oleh oknum–oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang semata–mata hanya mengejar untung besar tanpa peduli akan keamanan dan kesehatan konsumennya. Jadilah pembeli atau konsumen yang cerdas dalam berbelanja, khususnya jika anda berbelanja makanan siap saji. Jangan sampai hanya karena tergiur oleh warna dan rasanya, anda jadi mengesampingkan kesehatan dan bahaya yang mungkin saja ditimbulkan oleh makanan tersebut.

Jika anda adalah seorang pedagang, jadilah pedagang yang jujur. Ikuti aturan atau rekomendasi dari departemen kesehatan . Gunakan saja bahan makanan yang alami atau telah terdaftar di BPOM yang dijamin aman.
waspadai zat pewarna makanan
Pewarna Buatan
Adapun bahaya penyedap rasa jangka pendek terdapat pada makanan yaitu:
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebihan
  • Wajah terasa kaku
  • Mati rasa, terasa kesemutan dan juga rasa terbakar di area wajah, leher, dan area lainnya.
  • Detak jantung berdetak lebih kencang.
  • Sakit pada bagian dada
  • Mual
  • Kesulitan bernafas
  • Mudah mengantuk
  • Efek bahaya dari penyedap rasa di atas hanya dalam jangka waktu pendek. Artinya, penyedap rasa pada makanan yang kita konsumsi secara langsung dapat membuat kita merasa mual seketika setelah dia mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa tersebut.



    Bahaya Penyedap Rasa dan Zat Pewarna

    1. Bahaya pada otot

    Bahaya penyedap rasa yang sering kita konsumsi lewat makanan juga bisa menimbulkan dampak yang tidak baik pada otot-otot tubuh kita. Kondisi ini dapat berupa:
    • Sakit persendian
    • Otot terasa kaku

    2. Menimbulkan Masalah Pada Kulit

    Kulit yang terdampak konsumsi penyedap rasa yang terus menerus mempunyai beragam gejala, di antaranya:
    • Gatal-gatal
    • Ruam pada kulit
    • Sariawan
    • Kulit mati rasa
    • Kaku pada kulit
    • Mulut atau bibir terasa kering
    • Muka membengkak
    • Lidah membengkak
    • Kantung mata membesar

    3. Efek Pada Sistem Pernafasan

    Bahaya penggunaan penyedap rasa ternyata juga bisa berdampak pada sistem pernafasan. Akibat dari sistem pernafasan yang terganggu bisa menjadi fatal jika dibiarkan terus menerus. Gejala terganggunya sistem pernafasan karena diakibatkan oleh konsumsi penyedap rasa yang berlebihan yaitu:
    • Asma
    • Nafas pendek
    • Sakit di dada
    • Kaku di dada
    • Hidung ingusan
    • Bersin-bersin
    Jika kandungan di dalam penyedap rasa sudah mengenai sistem peredaran darah atau sistem pernafasan, organ-organ atau pembuluh di dalam tubuh dapat mengalami pembengkakan.

    4. Bahaya bagi Jantung

    Reaksi yang ditimbulkan penyedap rasa seperti MSG bisa berdampak pada jantung dengan gejala yang beragam. Tentu saja semua gejala tersebut merugikan bagi kesehatan kita. Gejala tersebut antara lain:
    • Aritmia, adalah kondisi dimana jantung berdetak secara tidak normal dan tidak teratur seperti seharusnya.
    • Fibrilasi atrium, merupakan kondisi dimana detak jantung tidak berirama atau irama detak jantung tidak normal. Umumnya pada keadaan fibrilasi atrium seorang mengalami detak jantung yang sangat cepat dan mengakibatkan aliran darah menjadi terganggu.
    • Tachycardia, merupakan suatu kondisi dimana jantuk berdetak melebihi detak jantung normal. Bila jantung berdetak melebihi 100 kali detak per menit, maka bisa dikatakan menderita tachycardia.
    • Sering cemas, merupakan kondisi dimana jantung terasa sangat berat untuk berdetak atau terkadang detak jantung berdetak sangat lambat dan merasa sangat cemas.
    • Angina, merupakan kondisi nyeri yang sangat pada dada dan nyeri tersebut menyebar ke bagian tubuh lain seperti bahu, lengan dan leher. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya suplai darah pada jantung.
    • Hipertensi, Penyedap rasa dapat menimbulkan kondisi tekanan darah meningkat atau menurun secara ekstrim.

    5. Dampak bagi Sistem Syaraf

    Efek penggunaan penyedap rasa bisa kita rasakan dampaknya pada sistem syaraf yang kurang baik. Beberapa gejalanya antara lain:
    • Depresi
    • Mood yang cepat berubah
    • Marah-marah
    • Migraine
    • Pusing
    • Hilang keseimbangan tubuh
    • Cemas berlebih
    • Disorientasi
    • Serangan panic
    • Hiperaktif pada anak
    • Merasa kurang diperhatikan
    • Lesu
    • Selalu merasa ngantuk
    • Insomnia

    6. Berefek Pada Penglihatan

    Penyedap rasa juga memiliki efek tidak baik pada sistem penglihatan kita. Gejalanya dapat berupa:
    • Sulit fokus
    • Penglihatan kabur
    • Merasa sakit di sekitar mata

    7. Pengaruh Pada Organ Reproduksi

    Organ genital yang terdampak efek dari konsumsi penyedap rasa yang berlebih mempunyai gejala sebagai berikut:
    • Pembengkakan pada vagina
    • Sakit kandung kemih yang terus menerus
    • Pembengkakan prostat
    • Bercak pada vagina
    • Sering buang air kecil

    8. Mempengaruhi Sistem Pencernaan

    Banyak reaksi berbahaya bagi pencernaan dan dapat menimbulkan penyakit pada sistem pencernaan pada manusia Reaksi yang ditimbulkan oleh penyedap rasa pada sistem gastrointestinal dapat berupa:
    • Diare
    • Mual
    • Muntah
    • Kram perut
    • Pendarahan pada anus
    • Perut kembung


    Sebaiknya anda menggunakanbahan yang alami untuk penydap rasa agar dapat hidup sehat tanpa takut akan efek berbahaya yang ditimbulkan. jadi tetaplah waspada terhadap bahaya zat pewarna dan penyedap makanan buatan

    2 comments